Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Techno

Sabtu, 23 April 2011

Sinbad Si Pelaut


Dahulu, di daerah Baghdad, Timur Tengah, ada seorang pemuda bernama Sinbad yang
kerjanya memanggul barang-barang yang berat dengan upah yang sedikit, sehingga
hidupnya tergolong miskin. Suatu hari, Sinbad beristirahat di depan pintu rumah
saudagar kaya karena sangat lelah dan kepanasan. Sambil
istirahat, ia menyanyikan lagu. "Namaku Sinbad, hidupku
sangat malang, berapapun aku bekerja dengan memanggul
beban di punggung tetaplah penderitaan yang kurasakan."
Tak berapa lama muncul pelayan rumah itu, menyuruh
Sinbad masuk karena dipanggil tuannya.

Si Kancil dan Tikus



Teman-teman, mari kita mulai mendongeng dg judul Si kancil dan tikus
Di hutan hiduplah dua ekor kancil. Mereka bernama Kanca dan Manggut. Kedua ekor kancil
itu bersaudara. Manggut adalah kakak dari Kanca. Sebaliknya, Kanca adalah adik dari
Manggut. Walaupun mereka bersaudara, tetapi sifat mereka sangatlah berbeda. Kanca
rajin dan baik hati.
Sedangkan Manggut pemalas dan suka menjahili teman.
Suatu hari Manggut kelaparan. Tetapi Manggut malas mencari makan. Akhirnya Manggut mencuri makanan Kanca. Waktu Kanca menanyai kepada Manggut di mana makanannya,

Seruling Ajaib

Si Kancil sedang asyik berjalan di hutan bambu. "Ternyata enak juga jalan-jalan di hutan bambu, sejuk dan begitu damai," kata kancil dalam hati. Keasyikan berjalan membuat ia lupa jalan keluar, lalu ia mencoba jalan pintas dengan menerobos pohon-pohon bambu. Tapi yang terjadi si kancil malah terjepit diantara batang pohon bambu. "Tolong! Tolong!" teriak kancil. Ia meronta-ronta, tapi semakin ia meronta semakin kuat terjepit. Ia hanya berharap mudah-mudahan ada binatang lain yang menolongnya. Tak jauh dari hutan bambu, seekor harimau sedang beristirahat sambil mendengarkan kicauan burung. Ia berkhayal bisa bernyanyi seperti burung. "Andai aku bisa bernyanyi seperti burung, tapi siapa yang mau mengajari aku bernyanyi ya?", tanyanya dalam hati. Semilir angin membuat harimau terkantuk-kantuk. Tak lama setelah ia mendengkur, terdengar suara berderit- derit. Suara itu semakin nyaring karena terbawa angin. "Suara apa ya itu?" kata harimau.

"Yang pasti bukan suara kicauan burung, sepertinya suaranya datang dari arah hutan
bambu, lebih baik aku selidiki saja," ujar si harimau. Suara semakin jelas ketika
harimau sampai di hutan bambu. Ia mendapati ternyata
seekor kancil sedang terjepit diantara pohon-pohon
bambu. "Wah aku beruntung sekali hari ini, tanpa susah
payah hidangan lezat sudah tersedia", ujar harimau
kepada kancil sambil lidahnya berdecap melihat tubuh
kancil yang gemuk. Kancil sangat ketakutan. "Apa yang
harus kulakukan agar bisa lolos dengan selamat?", pikir si
kancil.
"Harimau yang baik, janganlah kau makan aku, tubuhku yang kecil pasti tak akan
mengenyangkanmu." "Aku tak perduli, aku sudah lama menunggu kesempatan ini," ujar si
harimau. Angin tiba-tiba berhembus lagi, kriet....kriet... "Suara apa itu?", Tanya Harimau
penasaran. "Itu suara seruling ajaibku," jawab kancil dengan cepat. Otaknya yang cerdik
telah menemukan suatu cara untuk meloloskan diri. "Aku bersedia mengajarimu asalkan
engkau tidak memangsaku, bagaimana?" Tanya si kancil.
Harimau tergoda dengan tawaran si kancil, karena ia
memang ingin dapat bernyanyi seperti burung. Ia
berpikir meniup seruling tidak kalah hebat dengan
bernyanyi. Tangan si kancil pura-pura asyik memainkan
seruling seiring dengan hembusan angin. Sementara
harimau memperhatikan dengan serius. "Koq lagunya
hanya seperti itu?", Tanya harimau. "ini baru nada
dasar", jawab kancil.
"Begini caranya, coba kau kemari dan renggangkan dulu batang bambu ini dari tubuhku",
kata si kancil. Harimau melakukan apa yang dikatakan kancil hingga akhirnya kancil
terbebas dari jepitan pohon bambu. "Nah, sekarang masukkan lehermu dan julurkan
lidahmu pada batang bambu ini. Lalu tiuplah pelan-pelan", Kancil menerangkan dengan
serius. "Jangan heran ya, kalau suaranya kadang kurang merdu, tapi kalau lagi tidak
ngadat suaranya bagus lho." "Untung ada si harimau, hmm bodoh sekali dia, mana ada
seruling ajaib," kata kancil dalam hati. "Harimau yang telah terjepit di antara batang
bambu tidak menyadari bahwa ia telah ditipu si kancil. "Kau mau pergi kemana, Cil?",
Tanya harimau. "Aku mau minum dulu, tenggorokanku kering karena kebanyakan meniup
seuling," jawab si kancil. "Masa aku harus belajar sendiri?", tanya harimau lagi. "Aku pergi
tidak lama, nanti waktu aku kembali, kau harus sudah bisa meniupnya ya, jawab si kancil
sambil pergi meninggalkan harimau.
Setelah si kancil pergi, angin bertiup semilir-semilir dan semakin lama semakin kencang.
Batang-batang pohon bambu menjadi saling bergesekan dan berderit-derit. "Hore aku
bisa!", seru harimau bersemangat. Karena terlalu bersemangat meniup, lidah harimau
menjadi terjepit di antara batang bambu. Ia berteriak kesakitan dan segera menarik
lidahnya dari jepitan batang bambu. "Wah ternyata aku telah ditipu lagi oleh si kancil,
betapa bodohnya aku ini!, pasti bunyi berderit-derit itu suara batang bambu yang
bergesekan. "Grr, benar-benar keterlaluan, kalau ketemu nanti akan ku hajar si kancil",
kata harimau.
Setelah lelah mencari si kancil, akhirnya harimau
beristirahat di bawah pohon. Angin berhembus kembali.
Kriet..kriet..kriet membuat batang-batang bambu saling
bergesekan dan berderit-derit. Hal ini membuat amarah
harimau sedikit reda. Ia jadi mengantuk dan akhirnya
tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi dapat meniup
seruling asli. Membuat para binatang menari dan
menyanyi

Minggu, 03 April 2011

Film Tinker Bell and the Great Fairy Rescue (Subtitle Indonesia) - Persahabatan peri dan manusia

Download Film DVD TinkerBell Great Fairy Rescue Subtitle Indonesia - Persahabatan peri dan manusiaAnak-anak tentu saja menyukai film kartun (animasi)! Film animasi ini mungkin cocok buat mereka, dan menyuguhkan cerita menarik yaitu kisah dongeng tentang persahabatan peri dan manusia ini. Film animasi berjudul TINKER BELL AND THE GREAT FAIRY RESCUE ini merupakan produksi DisneyToon Studios, menyuguhkan kisah sederhana namun cukup kuat menyuarakan makna persahabatan. Film yang menuturkan petualangan sahabat Peter Pan, bisa menjadi teladan kepada anak-anak tentang pertemanan.  

Film yang disutradarai Bradley Raymond ini merupakan sekuel kedua setelah film TINKER BELL (2008) dan TINKER BELL AND THE LOST TREASURE (2009), yang dirilis setahun sebelumnya. 


Story of Tinker Bell

Have you ever wondered how nature gets its glow – who gives it light and color as the seasons come and go?
Saya dan Tere sedang menemukan keasyikan baru. Nonton TinkerBell. Hehehehe…penting? Banget..
TinkerBell adalah salah satu ikon disney yang cukup populer. Kita mengenalnya lewat film Peter PanTinkerBell adalah sahabat Peter yang senantiasa membantuthe never grown up boy itu… Seingat saya, dulu ketika membaca kisah Peter Pan, saya ngefans berat sama TinkerBell. Bahkan, saya sampai sebel sama tokohWendy yang mengalihkan perhatian Peter dari TinkerBell.

Buku Cerita Tinker Bell

Ceritanya tentang Tinker Bell yang kehilangan palunya. Padahal palu itu sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kuali dan panci. Tinker Bell adalah peri bakat-kuali-dan-panci. Di negeri Pixie Hollow setiap peri mempunyai bakat masing-masing. Tinker Bell amat sedih saat palunya hilang. Ia mencoba palu lain tapi hasil kerjanya malah berantakan. Dari sanalah ia mencari palu cadangan di kediaman Peterpan, bersama teman baiknya Terence.

Kisah Peter Pan


Suatu malam di Edwardian London, Wendy Darling (Rachel Hurd-Wood) membuat adik laki-lakinya terpesona dengan cerita tentang permainan pedang, jagoan, dan Kapten Hook, bajak laut legendaris yang tidak takut apapun kecuali pada jam yang berdetik. Ayah Wendy telah memutuskan sudah tiba waktunya bagi anak itu untuk dewasa. Setelah malam itu, tidak ada lagi dongeng. Si gadis akan belajar jadi wanita dewasa dan menikah yang akan diawasi langsung oleh Tante Millicent (Lynn Redgrave).